meninggalnya ibu kasityan membawa hikmah sendiri buat saya untuk sedikit memahami bagaimana menjalankan bisnis travel secara sederhana.

Tanggal 22 kemarin saya ditelepon pak Nurdin dia mengatakan ada banyak orang yang mau berangkat ke Jogja butuh tiket pesawat yang terbang pagi hari agar sampai disana tidak terlambat.

Karena saya dikenal punya bisnis travel teman saya itu merekomendasikan saya kepada teman – temannya yang lain. waktu itu sudah pukul 21:00, saya coba kontak
terminal tiket Depok, tapi sudah malam, terminal tiket sudah tutup lalu saya coba hubungi beberapa karyawan ternyata teleponnya tidak diangkat – angkat. saya agak panik juga saya tidak mau mengecewakan orang. akhirnya saya putuskan untuk menghubungi langsung airlinenya, saya diberi tahu kalau mandala ada penerbangan pagi jam 9:00.

Saya tidak tahu bagaimana menghubungi Mandala, lalu saya gunakan informasi Telkom 108, dapat nomor Mandala. Saya kontak bertemu dengan pak Endar, tanya penerbangan pagi Mandala, dan harganya pas mau booking saya lupa ternyata saya belum tahu siapa saja yang akan berangkat. akhirnya saya hubungi dulu orang yang akan berangkat tadi Pak Andi namanya. setelah dapat nama – nama yang akan berangkat saya kontak lagi Mandala, oh la la ternyata harganya sudah berubah jauh dari pertama saya tanya tadi dari 421.000 jadi 510.000 lebih mahal seratus ribu. saya tidak mau kehilangan momen lagi akhirnya saya booking dengan harga tersebut, saya mendapatkan kode booking “XBUZ7K, dan Kode Transfer melalui BNI.

Lalu saya hubungi pak Andi, dan menjelaskan kondisinya. beliau kaget juga akhirnya beliau meminta saya untuk menghubungi orang yang lain yang mau berangkat. dan dia sendiri menghubungi satu orang yang lain yaitu pak Dasrial.

Terakhir pak Andi betal berangkat karena temannya yang satu tidak jadi ikut. sedangkan saya menghubungi ibu Reti dan beliau tetap jadi berangkat. saya kontak mandala untuk membatalkan 2 orang pak Andi dan pak Dasrial. pihak mandala kemudian memisahkan kode booking pak Andi dan pak Dasrial, sedangkan yang 3 lagi tetap.

Setelah oke saya pinjam ATM istri kerena hanya bisa transfer lewat BNI, dan kebetulan yang ada uangnya istri he he he. malam itu juga saya transfer 1.532.700. besoknya struknya saya antar ke bu Reti di kompleks DPR kalibata.

Dari cerita diatas untuk menjalankan bisnis travel tidak perlu dengan modal besar beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  1. punya nomor telepon Airline / website, sekarang airline sudah banyak menggunakan e travel
  2. Mengetahui jadwal penerbangan
  3. sebelum membooking tanyakan detail orang yang akan berangkat, segera booking jika sudah ada datanya agar harganya tidak berubah lagi

Kesimpulannya kita bisa melakukan bisnis apa saja, asalkan tidak mudah menyerah.

BERDUKA CITA

Januari 22, 2008

Innalillahi wa inna ilayhi rojiuun

TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA

IBU KASTIYAN INDRIAWATI,

ISTRI DARI UST. HIDAYAT NURWAHID. KETUA MPR RI

JOGJAKARTA, 22 JANUARI 2008

Semoga Allah SWT menerima segala amalnya dan mengampuni segala kesalahannya.

“Dibalik orang besar pasti ada wanita yang luar biasa disampingnya”

Go to Milad 2 TDA

Januari 21, 2008

Alhamdulillah akhirnya undangan Milad itu sampai juga ke e-mail saya. setelah saya tunggu – tunggu. setiap buka email dari TDA eo saya selalu mencari ada gak nama saya disitu, ternyata nongol juga nama saya no urut 225. dan akhirnya hari ini saya buka email dari TDA EO saya mendapatkan surat undangan tersebut.

Jakarta, 20 Januari 2008
Kepada Yth. Bpk/Ibu/Sdr/i :

Ahmad Feisal

No. Peserta : 225 Meja Pendaftaran No. : 04

Hal : Undangan Milad 2 TDA 2008 saya sangat berharap sekali dengan undangan ini karena saya punya rencana dengan hadir di Milad 2 TDA ini, yang pertama jelas saya ingin sekali bertemu dengan para jawara TDA yang sangat inspiratif, Mas Roni, Mas Hadi Kuntoro, Mas Faif, Mas Eko, Mas Nano, Mas Iim dan banyak lagi jawara yang saya sudah incar unuk bertemu.

Kedua saya ingin mengaktifkan diri saya seperti cerita pak Faif di Blognya bagaimana dia mengaktifkan dirinya dengan bergabung di TDA ini. mudah – mudahan ini menjadi langkah saya yang kedua setelah saya memutuskan menjadi TDA.

TDA saya akan datang…

Alhamdulillah, Ahad 20 Januari 2008 kemarin akhirnya jadi juga DPRa melakukan rihlah ke situ gintung. walaupun keputusan yang diambil begitu mepet antara jadi dengan tidak.

setelah berapa kali diumumkan deadline pendaftaran ternyata sampai diputuskan jadi berangkat rihlah tidak ada satu orangpun yang mendaftar, namun ketika pemberangkatan kurang lebih ada 20 orang yang hadir, dari sekitar 36 orang kader se DPRa Duri Kepa. ini menjadi pelajaran bagi para bagaimana karakteristik dari kader – kader di Duri Kepa.

Akhirnya dengan menyewa 1 buah mobil carry untuk ibu – ibu dan anak – anak, serta beberapa motor berangkatlah rombongan menuju situ gintung. Situ gintung adalah taman rekreasi danau didaerah ciputat. Dibelakang kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah. perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit. bahkan mobil lebih dulu sampai dari rombongan motor karena ada yang nyasar.

Setelah seluruh peserta kumpul lalu oleh akh Rudi Wahmana acara dibuka, kurang lebih acranya adalah acara bebas dan game. games dilakukan setelah makan siang sekitar jam 13:00.

Tujuan dari acra ini sebagaimana yang disampaikan oleh akh Rudi adalah untuk meningkatkan ukhuwah, kerjasama dan kekompakan tim satu DPRa.

Menurut saya acara – acara seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah selama para keder tidak memahami peranannya dalam organisasi. semenjak DPRa Duri Kepa dibentuk hingga sekarang ini tidak ada kemajuan berarti. Baik itu berupa peningkatan kader dari segi kuantitas. pertumbuhan kader bisa dikatakan stagnan, ditambah dengan berpindahnya beberapa kader yang menjadi motor di DPRa ke daerah lain karena menikah.

Acara Rihlah ini hanya bisa dijadikan tolak ukur bagaimana perhatian kader terhadap DPRa, lalu harus diambil langkah lanjutan untuk mengompakkan kader DPRa sebagai satu tim. walau bagaimanapun juga acara rihlah kemarin merupakan satu langkah untuk menuju organisasi yang lebih baik.

Yang jelas anak – anak senang diajak jalan – jalan, Thariq dan Nailah senang sekali, gak capek – capek mainnya. diacara itu juga kita pesta Duren, pertama 4 bua, masih kurang beli lagi 9 buah dan habis semunya. harga perbuah 12.500. jam 16:00 pulang kerumah, tentunya dengan kesan masing – masing.

Hari itu sabtu, 12 Januari 2008. setelah berkumpul di DPD, jam 11 lewat, dengan berkonvoi 4 motor kami melaju menuju Cimanggis Depok, kami telah membuat janji dengan Ustadz Mashadi minggu yang lalu untuk bersilaturrahim dengan beliau.

Udara cerah, sangat mendukung . walaupun hari sabtu sebagian besar kantor di Jakarta libur namun jalanan tetap macet dibeberapa tempat seperti di Pondok Indah, Ragunan, Cilandak. hingga perjalanan ke Cimanggis Depok memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.

Ajrul menjadi penunjuk jalan. pada jam 12 lewat 30 menit kami sampai di masjid dekat rumah Ustadz Mashadi. lalu kami sholat dhuhur. baru kami meneruskan kerumah pak Mashadi. begitu sampai di rumahnya kami telah disambut oleh beliau, kami berpelukan dan dipersilahkan masuk dirumahnya yang sederhana. kami lalu duduk ditikar rotan diruang tamu beliau, karena tampaknya memang tidak ada kursi disitu, namun kesederhanaan itu begitu mengesankan untuk saya pribadi.

Kami lalu duduk melingkar, dan memperkenalkan diri kepada pak Mashadi, ustadz yang mantan anggota DPR – MPR untuk periode 1999 s/d 2004. kami memperkenalkan diri dari wilayah Jakarta Barat, dan beliau menyambut kedatangan kami dengan gembira.

Perbincangan kami diawali dengan pembahasan mengenai aktivitas beliau di Forum Umat Islam, mengenai aliran – aliran sesat yang ada di Indonesia.

tidak berapa lama rombongan kedua, ustadz Basuki, kami memang janjian akan berkunjung ke pak Mashadi bersama – sama, lalu pembicaraan beralih pada hal – hal yang terjadi dalam jamaah dan partai saat ini.

Beliau menguraikan problem dasar yang dihadapi oleh jamaah pada saat ini, yang membuat kondisi jamaah menjadi berantakan saat ini. timbulnya saling ketidak percayaan, penyimpangan – penyimpangan prilaku dan masalah – masalah lainnya. Beliau menyampaikan fakta – fakta yang bagi kami pernah mendengar namun samar – samar, dengan mendengar langsung dari beliau maka permasalahan itu semakin jelas, namun saya tidak akan mengungkapnya disini.

Beliau mengatakan permasalahan jamaah ini bukanlah masalah pada dasar gerakan (manhaj) namun permasalahan – permasalahan yang terjadi adalah karena adanya orang – orang yang memegang posisi kunci di dalam jamaah ini yang mulai tidak lagi mengikuti manhaj sebagaimana yang telah digariskan. adanya penyimpangan – penyimpangan yang dilakukan oleh para qiyadah membawa jamaah ini pada posisi yang sulit.

Beliau mengungkapkan fakta – fakta awalnya mengapa terjadi perbedaan yang begitu tajam diantara para qiyadah dalam jamaah, kemudian bagaimana beberapa orang mulai melakukan manuver – manuver yang melenceng dari manhaj. lalu beliau menyampaikan bahwa satu – satunya cara menyelamatkan jamaah ini adalah dengan membuang sumber masalah tersebut.

Ketika pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari ustadz Basuki, apakah pak Mashadi masih berada dalam jamaah, karena banyak selentingan yang mengatakan bahwa beliau telah pindah ke harokah lain. beliau kemudian mengatakan sesuatu yang akan selalu saya ingat, “Bahwa saya masuk kedalam jamaah ini adalah pilihan hidup, saya tidak akan keluar karena ini adalah pilihan, semua permasalahan – permasalahan dalam jamaah hanyalah satu hal yang harus diselesaikan. saya memilih jamaah ini karena manhajnya dan belum tentu harokah yang lain terbebas dari permasalahan ini dan mampu menyelesaikannya.

Pak Mashadi selama hidupnya pernah bertemu dengan tokoh – tokoh Masyumi, seperti pak Natsir, Muhammad Roem dan lainnya, bahkan beliau sendiri adalah asisten dari Pak Roem. beliau mengatakan para tokoh itu walaupun pendidikan mereka notabene adalah pendidikan Belanda namun keseharian mereka begitu sederhana, sedangkan sekarang tokoh – tokoh muslim justru kepribadiannya berkembang sebaliknya.

tidak terasa waktu berjalan terus, pertemuan sempat di break untuk sholat Asar, lalu dilanjutkan lagi kurang lebih setengah jam. kalau tidak saya batasi sendiri tentu pembicaraan akan terus berlanjut karena beliau ketika ditanya sampai jam berapa beliau mengatakan terserah kami saja. Maka pertemuan kami batasi sampai jam 4 sore. Lalu kami pamit untuk pulang dan berjanji untuk mengundang beliau mengunjungi Jakarta Barat, yang beliau sambut dengan senyuman.

Akhirnya kami pulang, kembali dengan membawa kesan tersendiri terhadap pak Mashadi, muasis dakwah yang penuh kesederhanan dan kesabaran. semoga beliau tetap istiqomah memegang komitmen dalam dakwah dan kami yang m uda tentunya akan mengikuti langkah – langkah beliau.

Ahmad Feisal

Sang Alkemis

Januari 11, 2008

Akhirnya dapat juga novel Sang Alkemis, Paulo Coelho. itu juga hasil grilya punya Nopik, hehehe… ternyata dia beli buku juga. tadinya aku pikir dia cuma tukang embat buku orang. di rumah dia ada perpustakan kecil tapi ternyata itu sebagian buku – buku saya sama Didot, kacau juga tu anak gak balikin buku – buku yang udah kayak anak sendiri itu.

Begitu dapet buku ini lama juga belum disentuh-sentuh sampai seminggu, soalnya sibuk banget. Dua hari ini deh baru bisa dibaca, awalnya sepertinya ceritanya lambat tapi kemudian semakin memikat, aku jadi terpersonifikasi sama Santiago, yang mengejar mimpinya.

Novel ini mengajarkan bahwa kita hanya perlu satu mimpi lalu membuat keputusan untuk membuatnya menjadi nyata. banyak orang yang bermimpi tapi dia tidak pernah membuat keputusan untuk membuatnya menjadi nyata. dia hanya berkutat pada apa yang dimilikinya sekarang, merasa nyaman dengan keadaannya ataupun ada yang mencoba melangkah tapi kemudian surut lagi.

Ketika kita telah memutuskan sesuatu maka terjadilah Mastekung (Semesta Mendukung) apapun yang kita lakukan maka selalu akan ada yang mendukung kita, kita hanya perlu membaca tanda – tandanya saja.

well, Novel yang benar – benar Inspiratif. thanks Mr. Paul.

Suatu yang luar biasa mengalami dua kali tahun baru dalam satu bulan, tanggal satu kemarin adalah tahun Baru Masehi, dan tanggal 10 Januari ini kembali bertemu dengan momen tahun baru yaitu, tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1429 H.

Sebagai seorang muslim, tahun baru hijriyah memiliki arti yang sangat penting. karena pada peringatan tahun baru hijriyah itulah bisa merasakan kembali perasaan terlahir sebagai seorang muslim.

Momentum tahun baru Hijriyah diawali dari suatu peristiwa dahsyat dalam sejarah perkembangan Islam yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW, dari Mekkah menuju Madinah. Dari Hijrah itulah kemudian menjadi titik tolak lahirnya sebuah peradaban Islam yang kemudian menjadi peradaban dunia.

Para sahabat Rasulullah SAW, mencari momentum yang paling tepat bagi penanggalan peradaban Islam pada pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab, dan mereka menetapkan penanggalan Islam diambil dari peristiwa Hijrah, bukan pada saat kelahiran Rasulullah itu sendiri atau peristiwa – peristiwa lainnya.

Renungan atas sejarah tahun baru Hijriyah inilah yang memberikan motivasi baru dan kesadaran baru dalam kehidupan saya. kita harus merancang hijrah kita sendiri dari dunia yang sempit menuju dunia yang lebih lapang. Semoga tahun ini menjadi tahun terbaik dari tahun tahun yang lalu.

Sebuah hadits Rasulullah SAW: “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka celakalah dia, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka rmerugilah dia, dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah dia”.

Tahun ini adalah mewujudkan mimpi-mimpi yang lalu dan merancang mimpi hari esok, Imam Hasan Al Banna mengatakan: “kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”, saya bertekad untuk merancang mimpi terbaik pada tahun ini.

SELAMAT TAHUN BARU 1429 HIJRIYAH, SEMOGA KEBERKAHAN ALLAH SWT MENYERTAI KITA SEMUA!

Bagi Deviden

Januari 8, 2008

Akhirnya ada juga, bisnis yang membuahkan hasil. kemarin 6 Januari 2008 saat pertemuan PT. LLS di Depok, telah disepakati untuk membagi keuntungan dari unit usaha TIKI. enggak besar sih tapi ini adalah satu langkah keberhasilan. dengan demikian telah pecah telor.

semoga bisnis – bisnis berikutnya bisa menghasilkan juga dan menambah semangat untuk terus menjadi pengusaha.

Wassalam

Feisal

Tidak ada yang lebih utama dari pada para ulama berkumpul, karena ketika para ulama berkumpul maka pasti hasilnya adalah untuk kebaikan bagi umat.

Alhamdulillah, Puji syukur saya diberi kesempatan untuk hadir dalam suatu pertemuan para ustadz sekelurahan Duri Kepa, kelurahan dimana saya bertempat tinggal. Saya hadir dalam kapasitas sebagai undangan karena saya mengenal panitia, artinya saya bukan termasuk ustadz. Suatu yang membanggakan ketika para ustadz itu berkumpul, mereka membicarakan permasalahan umat.

Pertemuan dilaksanakan di Musholla Al Ihsan, tanggal 5 dari jam 20:00 sampai 22:30,. walaupun sekala pertemuan itu sekala kelurahan, struktur terkecil dari pemerintahan di negeri in, namun efeknya akan terasa luas jika pertemuan itu berhasil membina umat, mendidik umat untuk menjadi umat yang berwawasan.

Beteapa saya menikmati lontaran, lontaran ide yang disampaikan pada pertemuan itu. inilah yang mestinya terjadi pertemuan – pertemuan silaturrahmi para tokoh, dilingkungan masing – masing terlepas dari isu – isu yang sektarian yang memecah belah umat. kehadiran tokoh – tokoh ulama se kelurahan duri kepa, dari lintas ormas dan parpol memberikan harapan bahwa umat masih diperhatikan, dan masa yang akan datang adalah harapan bagi umat.

Dari pertemuan itu akhirnya membuahkan hasil yaitu terbentuknya FORMATIS (Forum Umat Islam) se kelurahan Duri Kepa, dengan ketuanya Ust. Nur Hilal.
harapannya bahwa Forum ini akan mampu menjadi benteng akidah, menjadi forum yang akan mampu menyatukan umat Islam dalam menghadapi isu – isu yang berkembang.
pertemuan itu dihadiri oleh Ust. H. Amsir, Ust. H. Satiri, Ust. H. Roji. dan sesepuh duri kepa lainnya.

saya sendiri sebenarnya ingin menjadi pengikut saja, karena merasa kapasitas dan kemampuan yang tidak memadai. namun masih ditunjuk juga menjadi bendahara 2 mendampingi pak H. Tobing.

Mudah – mudahan forum ini benar – benar mampu berkiprah terhadap kepentingan umat dan terjauh dari kepentingan – kepentingan politik yang tidak berpihak pada umat.

Wassalam

Ahmad Feisal

Mengawali Tahun Yang Baru

Januari 8, 2008

Selamat datang tahun 2007, selamat datang tahun 2008

Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuata sehingga tahun yang lalu telah dapat dilewati dengan semua kebaikan dan kelemahan yang saya miliki.

Puji Syukur Allah SWT masih memberikan kesempatan pada saya untuk bisa menikmati tahun yang baru ini, tahun yang baru selalu membawa harapan baru, ada ide – ide baru yang ingin dicurahkan. ada mimpi – mimpi baru yang ingin dikejar ada motivasi baru yang mendorong untuk bertindak.

Tahun baru ini, saya harus lebih baik dari tahun yang sebelumnya, harus lebih cermat dan taktis, tahun ini adalah tahun meraih kesuksesan dalam semua hal, bisnis, hubungan sosial terutama peningkatan hubungan dengan sang Maha Pencipta Allah SWT.

Tahun 2008 ini dengan resmi saya canangkan sebagai tahun kesuksesan.

Wassalam

Ahmad Feisal