Cara sederhana bisnis travel
Januari 23, 2008
meninggalnya ibu kasityan membawa hikmah sendiri buat saya untuk sedikit memahami bagaimana menjalankan bisnis travel secara sederhana.
Tanggal 22 kemarin saya ditelepon pak Nurdin dia mengatakan ada banyak orang yang mau berangkat ke Jogja butuh tiket pesawat yang terbang pagi hari agar sampai disana tidak terlambat.
Karena saya dikenal punya bisnis travel teman saya itu merekomendasikan saya kepada teman – temannya yang lain. waktu itu sudah pukul 21:00, saya coba kontak
terminal tiket Depok, tapi sudah malam, terminal tiket sudah tutup lalu saya coba hubungi beberapa karyawan ternyata teleponnya tidak diangkat – angkat. saya agak panik juga saya tidak mau mengecewakan orang. akhirnya saya putuskan untuk menghubungi langsung airlinenya, saya diberi tahu kalau mandala ada penerbangan pagi jam 9:00.
Saya tidak tahu bagaimana menghubungi Mandala, lalu saya gunakan informasi Telkom 108, dapat nomor Mandala. Saya kontak bertemu dengan pak Endar, tanya penerbangan pagi Mandala, dan harganya pas mau booking saya lupa ternyata saya belum tahu siapa saja yang akan berangkat. akhirnya saya hubungi dulu orang yang akan berangkat tadi Pak Andi namanya. setelah dapat nama – nama yang akan berangkat saya kontak lagi Mandala, oh la la ternyata harganya sudah berubah jauh dari pertama saya tanya tadi dari 421.000 jadi 510.000 lebih mahal seratus ribu. saya tidak mau kehilangan momen lagi akhirnya saya booking dengan harga tersebut, saya mendapatkan kode booking “XBUZ7K, dan Kode Transfer melalui BNI.
Lalu saya hubungi pak Andi, dan menjelaskan kondisinya. beliau kaget juga akhirnya beliau meminta saya untuk menghubungi orang yang lain yang mau berangkat. dan dia sendiri menghubungi satu orang yang lain yaitu pak Dasrial.
Terakhir pak Andi betal berangkat karena temannya yang satu tidak jadi ikut. sedangkan saya menghubungi ibu Reti dan beliau tetap jadi berangkat. saya kontak mandala untuk membatalkan 2 orang pak Andi dan pak Dasrial. pihak mandala kemudian memisahkan kode booking pak Andi dan pak Dasrial, sedangkan yang 3 lagi tetap.
Setelah oke saya pinjam ATM istri kerena hanya bisa transfer lewat BNI, dan kebetulan yang ada uangnya istri he he he. malam itu juga saya transfer 1.532.700. besoknya struknya saya antar ke bu Reti di kompleks DPR kalibata.
Dari cerita diatas untuk menjalankan bisnis travel tidak perlu dengan modal besar beberapa tips yang perlu diperhatikan:
- punya nomor telepon Airline / website, sekarang airline sudah banyak menggunakan e travel
- Mengetahui jadwal penerbangan
- sebelum membooking tanyakan detail orang yang akan berangkat, segera booking jika sudah ada datanya agar harganya tidak berubah lagi
Kesimpulannya kita bisa melakukan bisnis apa saja, asalkan tidak mudah menyerah.
Bagi Deviden
Januari 8, 2008
Akhirnya ada juga, bisnis yang membuahkan hasil. kemarin 6 Januari 2008 saat pertemuan PT. LLS di Depok, telah disepakati untuk membagi keuntungan dari unit usaha TIKI. enggak besar sih tapi ini adalah satu langkah keberhasilan. dengan demikian telah pecah telor.
semoga bisnis – bisnis berikutnya bisa menghasilkan juga dan menambah semangat untuk terus menjadi pengusaha.
Wassalam
Feisal
Ulang Tahun Pertama TTD
Desember 3, 2007
Kemarin mendapat SMS dari Murdi, isinya: “Seluruh Staff Terminal Tiket mengucapkan selamat ulang tahun yang ke I, semoga TTD semakin berkembang dan terdepan dlm memberikan pelayanan yang Prima”
Gak terasa udah setahun ya, mengelola TTD, banyak hal yang saya pelajari dari bagaimana rumitnya mengelola sebuah bisnis travel dengan margin yang begitu kecil. hampir tiap bulan was – was mampu gak bayar gaji bulan ini karena pemasukan bener – bener minim. tapi sudah lewat satu tahun dan tiap bulan bisa bayar gaji karyawan. tinggal ngumpulin laba nih hehehe…
Tapi setahun usia ini juga terasa ironis karena salah seorang staff harus dikeluarkan karena ketahuan nilep duit perusahaan. sebenarnya kami ingin hal ini tak musti terjadi tapi apa mau dikata kalau dibiarkan jadinya akan mengganggu system perusahaan.
Harus saya dan teman – teman pengelola TTD yang lain menyadari betapa pengawasan kami terhadap perusahaan sangat – sangat lemah. mestinya ada orang yang benar – benar in charge, totally ngurusin TTD.
Bagaimana dengan Franchisor ? forget it, lupakan saja anggap aja kita bangun perusahaan sendiri gak terkait sama siapa – siapa, karena itu faktanyakan.
selamat ulang tahun TTD, semoga PT. Limalima Lintas Semesta semakin berjaya dan tetap hidup dan menghidupi…
Dah Setahun Nih…
November 27, 2007
Gak berasa dah setahun berubah haluan dari karyawan jadi orang bebas, tapi semuanya jadi bebas bener-bener termasuk pemasukan yang bebas banget. seringannya bener-bener bures alias tong pes dan harus mikirin dar i mana bayar karyawan.
Sekarang uban juga udah mulai bertumbuhan kayak jamur dimusim hujan. kata orang semakin banyak uban semakin bijaksana hehehe…
Gak nyangka, sekarang sudah punya tiga usaha dah punya banyak karyawan, tapi semua usaha lagi merangkak, belum ada yang bisa dibilang berhasil. Foto copy tiap bulan masih harus nombok buat gaji karyawan. Travel sampai saat ini masih harus kehilangan biaya sewa yang gak pernah bisa keganti hehehe..Cucian motor sampai sekarang belom pernah terima hasilnya.
Terus dari mana dong buat hidup. dikit – dikit dari Foto Copy, buat Listrik, Telepon , dan Sekolah Thoriq. Bensin sama jajan selebihnya untung punya Istri yang bisa support, tapi harus diganti, gak boleh selamanya tergantung sama dia.
harus ada revolusi baru nih…
Apa Selanjutnya
September 21, 2006
Well, sudah satu pekan sejak memutuskan untuk menyewa sebuah kios disamping kampus Bina Nusantara. tapi sampai sekarang belum tahu mau diapakan itu kios. memang sih baru DP aja tapi sebelum diisi saya harus sudah ngerti mau jualan apa disana. sepertinya sih mau dagang buku tapi saya belum tahu dimana saya bisa dapat distributor buku-buku dengan harga yang murah dan bervariasi. anda tahu..