Silat, Budaya Bangsa Yang Tak Boleh Hilang
Mei 3, 2009
Sabtu, 2 Mei 2009. Dunia persilatan betawi khususnya Komunitas silat Rawa Belong mempunyai hajat besar. Menyelenggarakan silaturahmi Silat Betawi dengan tuan rumah perguruan silat cingkrik Rawa Belong.
pagelaran itu juga dihadiri oleh puluhan perguruan silat betawi yang tersebar diseluruh wilayah Jabodetabek. perhelatan itu juga dihadiri tidak kurang dari seribu pengunjung yang datang untuk menyaksikan atraksi silat betawi.
Dalam sambutannya sesepuh Silat Betawi Rawa Belong, Babe Nur Ali Akbar yang biasa dipanggil dengan Bang Nunung menyampaikan beberapa poin yang intinya adalah bagaimana memajukan budaya Indonesia khususnya Budaya Betawi agar dapat berkembang dengan budaya / seni bela diri dari luar. Beliau menyampaikan bahwa selama ini Silat betawi belum di garap dengan serius baik oleh anggota komunitas Silat itu sendiri ataupun oleh pemerintah. Beliau menyoroti bagaimana ilmu beladiri dari luar negeri bisa berkembang di Indonesia sedangkan Silat sebagai budaya bangsa bahkan ditinggalkan, tidak lain dikarenakan tidak adanya profesionalisme dalam pengembangan budaya tersebut.
Sambutan yang lain disampaikan oleh Asisten Walikota Jakbar, kemudian ketua panitia yang berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat temporer, tetapi ini menjadi langkah awal bagi pengembangan budaya Silat Betawi dimasa yang akan datang.
setelah kata – kata sambutan kemudian acara disusul dengan berbagai atraksi yang dilakukan oleh beberapa perguruan silat betawi dengan berbagai aliran. silat betawi terkenal dengan gerakan – gerakannyang begitu dinamis dan atraktif. jika diperhatikan dengan seksama maka beberapa aliran silat betawi memiliki akar yang hampir mirip. Mengandalkan kecepatan dan efektifitas gerakan, berbeda dengan gerakan silat seperti merpati putih,perisai diri atau lainnya yang terlihat lebih lamban.
Diawali dengan atraksi dari para pesilat muda yang tampil begitu dinamis dan mendapat sambutan hangat dari para penonton, lalu kemudian disusul dengan penampilan para sesepuh. Perbedaan gerakan antara kaum muda dan para sesepuh adalah pada kecepatan dan power. namun tampak para sesepuh begitu serius menampilkan gerakan yang terlihat begitu matang dan lebih halus gerakannya.
Sayang memang jika silat betawi ini jika sampai tidak ada penerusnya, karena melihat atraksi yang ditampilkan begitu luar biasa, bahkan bisa dibilang mampu menandingi ilmu – ilmu beladiri dari luar negeri. Selama ini ilmu silat betawi tetap bisa bertahan karena adanya tradisi Palang pintu yang menarik sebagian generasi muda untuk belajar ilmu beladiri asli Indonesia ini, namun ilmu beladiri betawi ini belum mampu untuk menjadi ajang berprestasi diluar kegiatan tersebut. permasalahannya kembali kepada profesionalitas dan dukungan dari pihak yang terkait terhadap ilmu beladiri ini.
Menyaksikan pagelaran silat betawi semalam maka saya mendapatkan kesan bahwa kedepan ilmu beladiri asli Jakarta ini dapat sejajar dengan ilmu beladiri dunia lainnya asalkan digarap dengan sungguh – sungguh. Kemudian sesama komunitas silat saling mendukung dan merapihkan organisasi maka tidak mustahil kelak silat betawi akan mampu menjadi ikon Indonesia di manca negara.
akhirnya hajatan silat betawi berakhir pada pukul 24:00, dan para hadirin merasa terpuaskan kehausannya terhadap seni beladiri Betawi ini. mudah – mudahan semua pihak lebih peduli terhadap pengembangannya dimasa yang akan datang.
Setelah pemilu 2009
April 12, 2009
Tanggal 9 April 2009, hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. pada tanggal itu bangsa Indonesia kembali melakukan pemilu legislatif.
sampai saat tulisan ini ditulis perhitungan masih berlangsung, namun dari hasil quik count dari berbagai lembaga Partai Demokrat (partai pemerintah saat ini) unggul dengan perolehan sampai 20 % dengan lonjakan sampai 300 % dari hasil pemilu 2004.
Dari pemilu 2009 ini banyak hal yang terjadi dari banyaknya masalah yang dihadapi dalam pemilu ini seperti banyaknya warga negara yang tidak dapat memilih karena tidak tercantum pada Daftar Pemilih, kemudian banyaknya masalah karena sistem pemilihan yang berubah dari sistem mencoblos menjadi mencontreng.
Diluar permasalahan tersebut, pemilu telah berlangsung dan apapun kendalanya hasil pemilu itu tetap menjadi hasil yang harus diterima oleh seluruh komponen bangsa ini sebagai hasil yang paling konstitusional.
Pemilu ini memberikan beberapa pelajaran penting bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia tidak terlalu perduli dengan siapa yang akan mewakili mereka diparlemen mereka lebih konsen pada siapa yang akan menjadi tokoh dari partai tersebut. karena dari banyaknya pemilih Partai Demokrat mereka lebih memilih partai dari pada Caleg, mereka banyak tidak mengenal caleg – caleg yang mereka pilih.
Itulah gambaran dari masyarakat kita dan itu juga gambaran bagaimana hasil dari pemilu tahun ini. tidak akan jauh berbeda dari pemilu sebelumnya.
MILAD 2 TDA, TITIK TOLAK SAYA KEDEPAN
Januari 28, 2008
Terinspirasi cerita pak Iim dipembukaan acara Milad kemarin, seorang yang memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari banjir tetapi ketika pertolongan itu datang dia tidak pernah mau meraihnya sampai akhirnya dia mati konyol tenggelam bersama banjir.
Cerita ini memberikan inspirasi pada saya untuk berbuat lebih di TDA ini. Secara resminya saya ikut dalam komunitas, TDA ini sudah satu tahun lebih. Selama itu saya bersikap pasif membaca dan mengikuti perkembangan TDA tapi saya belum memanfaatkan secara maksimal keberadaan saya di komunitas ini.
Saat ini saya sudah menjadi full TDA, mencoba berwirausaha dibidang Travel, Cucian Motor dan Foto Copy. dua yang pertama bergabung dengan teman – teman di Terminal Tiket depok dan Gwguyur, sedangkan yang terakhir saya kerjakan sendiri di lokasi dekat kampus Bina Nusantara, Jakarta Barat.
Seperti cerita pak Iim, selama ini saya berdoa agar usaha – usaha yang saya lakukan bisa berkembang dan
memberikan hasil, tapi ternyata hasilnya masih belum maksimal, masih banyak peluang yang belum tergarap tapi tidak tahu bagaimana cara menggarapnya. Sebenarnya Tuhan sudah memberikan jalan dengan saya bergabung dengan komunitas TDA ini tapi, seperti cerita pak Iim perahu sudah datang, bahkan helikopter tapi dasar gak ngerti – ngerti juga.
Syukur Alhamdulillah MILAD 2 TDA, kemarin menyadarkan saya bahwa sebenarnya saya sudah ada di jalan yang benar. saya jadi sadar pertolongan sudah datang tinggal naik dan selamat. Artinya di TDA ini banyak orang yang akan membantu bagaimana saya mengembangkan bisnis saya, di TDA ini banyak guru, partner dan teladan untuk berbisnis.
Kemarin saya ikut TDA Challenge, saya berjanji untuk meningkatkan bisnis saya hingga 100% dan saya komit mulai saat ini untuk tidak pasif tapi aktif berkomunitas,bertanya dan sharing sehingga tidak mati konyol tenggelam padahal sudah ada pertolongan di depan.
Acara MILAD 2 TDA kemarin akan menjadi titik tolak saya menyongsong masa depan yang lebih baik. Tolong bimbingan dan doa dari semua member TDA.
Thank to Founder, Thanks to Panitia dan semua member TDA. Acara kemarin adalah acara yang luar biasa, penampilan Oma Ning, Mas Nano, dan semua pengisi acara luar biasa. SELAMAT MILAD 2 TDA.
Ahmad Feisal
ahmadfeisal.wordpress.com
Go to Milad 2 TDA
Januari 21, 2008
Alhamdulillah akhirnya undangan Milad itu sampai juga ke e-mail saya. setelah saya tunggu – tunggu. setiap buka email dari TDA eo saya selalu mencari ada gak nama saya disitu, ternyata nongol juga nama saya no urut 225. dan akhirnya hari ini saya buka email dari TDA EO saya mendapatkan surat undangan tersebut.
| Ahmad Feisal |
Hal : Undangan Milad 2 TDA 2008 saya sangat berharap sekali dengan undangan ini karena saya punya rencana dengan hadir di Milad 2 TDA ini, yang pertama jelas saya ingin sekali bertemu dengan para jawara TDA yang sangat inspiratif, Mas Roni, Mas Hadi Kuntoro, Mas Faif, Mas Eko, Mas Nano, Mas Iim dan banyak lagi jawara yang saya sudah incar unuk bertemu.
Kedua saya ingin mengaktifkan diri saya seperti cerita pak Faif di Blognya bagaimana dia mengaktifkan dirinya dengan bergabung di TDA ini. mudah – mudahan ini menjadi langkah saya yang kedua setelah saya memutuskan menjadi TDA.
TDA saya akan datang…
Perjalanan Rihlah ke Situ Gintung
Januari 21, 2008
Alhamdulillah, Ahad 20 Januari 2008 kemarin akhirnya jadi juga DPRa melakukan rihlah ke situ gintung. walaupun keputusan yang diambil begitu mepet antara jadi dengan tidak.
setelah berapa kali diumumkan deadline pendaftaran ternyata sampai diputuskan jadi berangkat rihlah tidak ada satu orangpun yang mendaftar, namun ketika pemberangkatan kurang lebih ada 20 orang yang hadir, dari sekitar 36 orang kader se DPRa Duri Kepa. ini menjadi pelajaran bagi para bagaimana karakteristik dari kader – kader di Duri Kepa.
Akhirnya dengan menyewa 1 buah mobil carry untuk ibu – ibu dan anak – anak, serta beberapa motor berangkatlah rombongan menuju situ gintung. Situ gintung adalah taman rekreasi danau didaerah ciputat. Dibelakang kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah. perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit. bahkan mobil lebih dulu sampai dari rombongan motor karena ada yang nyasar.
Setelah seluruh peserta kumpul lalu oleh akh Rudi Wahmana acara dibuka, kurang lebih acranya adalah acara bebas dan game. games dilakukan setelah makan siang sekitar jam 13:00.
Tujuan dari acra ini sebagaimana yang disampaikan oleh akh Rudi adalah untuk meningkatkan ukhuwah, kerjasama dan kekompakan tim satu DPRa.
Menurut saya acara – acara seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah selama para keder tidak memahami peranannya dalam organisasi. semenjak DPRa Duri Kepa dibentuk hingga sekarang ini tidak ada kemajuan berarti. Baik itu berupa peningkatan kader dari segi kuantitas. pertumbuhan kader bisa dikatakan stagnan, ditambah dengan berpindahnya beberapa kader yang menjadi motor di DPRa ke daerah lain karena menikah.
Acara Rihlah ini hanya bisa dijadikan tolak ukur bagaimana perhatian kader terhadap DPRa, lalu harus diambil langkah lanjutan untuk mengompakkan kader DPRa sebagai satu tim. walau bagaimanapun juga acara rihlah kemarin merupakan satu langkah untuk menuju organisasi yang lebih baik.
Yang jelas anak – anak senang diajak jalan – jalan, Thariq dan Nailah senang sekali, gak capek – capek mainnya. diacara itu juga kita pesta Duren, pertama 4 bua, masih kurang beli lagi 9 buah dan habis semunya. harga perbuah 12.500. jam 16:00 pulang kerumah, tentunya dengan kesan masing – masing.
Selamat Tahun Baru 1429 Hijriyah
Januari 11, 2008
Suatu yang luar biasa mengalami dua kali tahun baru dalam satu bulan, tanggal satu kemarin adalah tahun Baru Masehi, dan tanggal 10 Januari ini kembali bertemu dengan momen tahun baru yaitu, tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1429 H.
Sebagai seorang muslim, tahun baru hijriyah memiliki arti yang sangat penting. karena pada peringatan tahun baru hijriyah itulah bisa merasakan kembali perasaan terlahir sebagai seorang muslim.
Momentum tahun baru Hijriyah diawali dari suatu peristiwa dahsyat dalam sejarah perkembangan Islam yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW, dari Mekkah menuju Madinah. Dari Hijrah itulah kemudian menjadi titik tolak lahirnya sebuah peradaban Islam yang kemudian menjadi peradaban dunia.
Para sahabat Rasulullah SAW, mencari momentum yang paling tepat bagi penanggalan peradaban Islam pada pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab, dan mereka menetapkan penanggalan Islam diambil dari peristiwa Hijrah, bukan pada saat kelahiran Rasulullah itu sendiri atau peristiwa – peristiwa lainnya.
Renungan atas sejarah tahun baru Hijriyah inilah yang memberikan motivasi baru dan kesadaran baru dalam kehidupan saya. kita harus merancang hijrah kita sendiri dari dunia yang sempit menuju dunia yang lebih lapang. Semoga tahun ini menjadi tahun terbaik dari tahun tahun yang lalu.
Sebuah hadits Rasulullah SAW: “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka celakalah dia, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka rmerugilah dia, dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah dia”.
Tahun ini adalah mewujudkan mimpi-mimpi yang lalu dan merancang mimpi hari esok, Imam Hasan Al Banna mengatakan: “kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”, saya bertekad untuk merancang mimpi terbaik pada tahun ini.
SELAMAT TAHUN BARU 1429 HIJRIYAH, SEMOGA KEBERKAHAN ALLAH SWT MENYERTAI KITA SEMUA!
Ketika Para Ustadz Berkumpul
Januari 8, 2008
Tidak ada yang lebih utama dari pada para ulama berkumpul, karena ketika para ulama berkumpul maka pasti hasilnya adalah untuk kebaikan bagi umat.
Alhamdulillah, Puji syukur saya diberi kesempatan untuk hadir dalam suatu pertemuan para ustadz sekelurahan Duri Kepa, kelurahan dimana saya bertempat tinggal. Saya hadir dalam kapasitas sebagai undangan karena saya mengenal panitia, artinya saya bukan termasuk ustadz. Suatu yang membanggakan ketika para ustadz itu berkumpul, mereka membicarakan permasalahan umat.
Pertemuan dilaksanakan di Musholla Al Ihsan, tanggal 5 dari jam 20:00 sampai 22:30,. walaupun sekala pertemuan itu sekala kelurahan, struktur terkecil dari pemerintahan di negeri in, namun efeknya akan terasa luas jika pertemuan itu berhasil membina umat, mendidik umat untuk menjadi umat yang berwawasan.
Beteapa saya menikmati lontaran, lontaran ide yang disampaikan pada pertemuan itu. inilah yang mestinya terjadi pertemuan – pertemuan silaturrahmi para tokoh, dilingkungan masing – masing terlepas dari isu – isu yang sektarian yang memecah belah umat. kehadiran tokoh – tokoh ulama se kelurahan duri kepa, dari lintas ormas dan parpol memberikan harapan bahwa umat masih diperhatikan, dan masa yang akan datang adalah harapan bagi umat.
Dari pertemuan itu akhirnya membuahkan hasil yaitu terbentuknya FORMATIS (Forum Umat Islam) se kelurahan Duri Kepa, dengan ketuanya Ust. Nur Hilal.
harapannya bahwa Forum ini akan mampu menjadi benteng akidah, menjadi forum yang akan mampu menyatukan umat Islam dalam menghadapi isu – isu yang berkembang.
pertemuan itu dihadiri oleh Ust. H. Amsir, Ust. H. Satiri, Ust. H. Roji. dan sesepuh duri kepa lainnya.
saya sendiri sebenarnya ingin menjadi pengikut saja, karena merasa kapasitas dan kemampuan yang tidak memadai. namun masih ditunjuk juga menjadi bendahara 2 mendampingi pak H. Tobing.
Mudah – mudahan forum ini benar – benar mampu berkiprah terhadap kepentingan umat dan terjauh dari kepentingan – kepentingan politik yang tidak berpihak pada umat.
Wassalam
Ahmad Feisal
Mengawali Tahun Yang Baru
Januari 8, 2008
Selamat datang tahun 2007, selamat datang tahun 2008
Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuata sehingga tahun yang lalu telah dapat dilewati dengan semua kebaikan dan kelemahan yang saya miliki.
Puji Syukur Allah SWT masih memberikan kesempatan pada saya untuk bisa menikmati tahun yang baru ini, tahun yang baru selalu membawa harapan baru, ada ide – ide baru yang ingin dicurahkan. ada mimpi – mimpi baru yang ingin dikejar ada motivasi baru yang mendorong untuk bertindak.
Tahun baru ini, saya harus lebih baik dari tahun yang sebelumnya, harus lebih cermat dan taktis, tahun ini adalah tahun meraih kesuksesan dalam semua hal, bisnis, hubungan sosial terutama peningkatan hubungan dengan sang Maha Pencipta Allah SWT.
Tahun 2008 ini dengan resmi saya canangkan sebagai tahun kesuksesan.
Wassalam
Ahmad Feisal