Bercita – citalah

Juli 21, 2009

Bercita – citalah, semoga Allah mengabulkan semua apa yang engkau cita – citakan.

Beberapa orang ikhwah berkumpul lalu murobbi mereka meminta mereka untuk menyampaikan cita – cita mereka dan bagai mana mereka akan mencapai cita – cita itu. inilah beberapa cita – cita tersebut:

ikhwah 1.
- ingin sekali meliqokan keluarga besarnya.
- cita – citanya tahun 2009 ini ingin membayar zakat sebesar 2.000.000

ikhwah 2
- Yang jelas mengislamisasi keluarga, terutama mendidik anaknya menjadi anak yang Shalehah.
- cita – cita terbesarnya membangun rumah sakit bagi kaum duafa.
- menjadi pejabat negara yang mampu mengarahkan institusinya menjadi institusi yang Islami (targetnya 15 tahun kedepan lho)
- Memiliki sekolah dari TK sampai dengan perguruan tinggi yang berpegang pada prinsip – prinsip syar’i.

Ikhwah 3
- bercita – cita untuk memiliki perusahaan yang menghasilkan produk islami yang bermanfaat bagi seluruh umat.
- Memiliki lembaga riset yang dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
- Memperbaiki fasilitas – fasilitas masjid yang rusak atau terbengkalai milik umat.

Ikhwah 4
- ingin membangun lembaga pendidikan Qur’an untuk mencetak generasi – generasi qur’ani yang baik.

Ikhwah 5
- ingin memiliki wawasan luas tentang Islam dan mengamalkannya pada masyarakat dengan memiliki halaqoh tetap.
- membangun jaringan silaturahmi daiantara ikhwah dengan kegiatan – kegiatan yang bersifat kebersamaan.
- Kembali meramaikan masjid – masjid lingkungan dengan program – program yang terarah.
- membentuk atau bergabung dengan suatu lembaga untuk memberantas buta huruf Al Qur’an, terutama dikalangan duafa.

ikhwah 6
- mengusahakan terbentuknya pemerintahan dari tingkat terkecil hingga sekala negara agar tercipta masyarakat Islam yang madani.
- mengentaskan kemiskinan guna mencegah penyakit aqidah yang diakibatkan oleh kemiskinan.
- melakukan pendidikan terhadap generasi muslim dengan standar pendidikan Islam yang menasional. terutama untuk golongan duafa.

Ikhwah 7
- dengan kemmapuan Al Qur’an yang dimiliki. akan membuat lembaga Al qur’an yang mampu mendidik remaja – remaja Islam agar lebih dekat dengan Islam.

Ikhwah semoga cita – cita ini dapat terwujud. betapa cita – cita yang besar ini akan menjadi penggrak bagi kebangkitan umat dimasa yang akan datang.

bagai mana dengan cita – cita antum yang lain?

Ja’rah Wa Ta’dil

Mei 25, 2009

Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah SWT

hari Ahad, 24 Mei kemarin, bisa ikut kegiatan tholabul ilmi lagi, mestinya kegiatan begini rutin gak sebentar ada dah tu lama baru ada lagi. keburu kering dah.

materi yang di bahas adalah ilmu Rahn wa Ta’dil, ilmu ini adalah bagian dari ilmu hadits (musthalah Hadits). ilmu ini disusun oleh para ulama terdahulu untuk menentukan derajat para perawi (periwayat Hadits) yang nantinya berimplikasi pada derajat hadist yang diriwayatkannya.

tidak seperti Al Qur’an yang telah terjaga keasliannya dan telah dijamin oleh Allah SWT bahwa keasliannya akan terus terjaga hingga akhir jaman, Hadits tidaklah demikian sehingga kemudian banyak perkataan – perkataan yang di katakan sebagai hadits Rasulullah SAW namun ternyata bukan. Sungguh agama Islam memiliki keistimewaan Al Hadits sebagai sumber hukum kedua setelah Al Qur’an juga telah dijaga dengan baik oleh para ulama dengan menetapkan atau membuat konsep ilmu hadits sehingga jikapun terjadi pemalsuan terhadap hadits dapat dideteksi siapa penyebarnya dan kemudian hadits tersebut dikatakan lemah bahkan palsu. sehingga umat Islam tetap terjaga dalam hal menjalankan syariahnya.

Ilmu Jarah wa Ta’dil, adalah ilmu yang digunakan oleh para ulama terdahulu untuk menilai derajat para perawi (periwayat hadits), jarah berarti menilai kelemahan – kelemahan yang terdapat pada diri seorang perawi hadits, sedangkan Ta’dil adalah menilai kebaikan – kebaikan yang ada pada diri seorang perawi hadits. Jadi tujuan dari ilmu ini adalah untuk menilai derajat hadist yang diriwayatkan oleh seorang perawi hadits.

Pada awalnya ilmu  Ja’rah dan Ta’dil ini terpisah namun dalam perkembangannya untuk mendapatkan keseimbangan maka para ulama sepakat untuk menggabungkan kedua ilmu tersebut. sehingga dalam menilai keadaan seorang perawi hadits dapat dilakukan dengan objektif, dari sisi kelemahan maupun sisi kebaikannya.

Objek dari ilmu ini adalah para perawi hadits yang bukan berasal dari kalangan sahabat, atau dalam kata lain menilai perawi hadits yang bukan golongan sahabat Rasulullah SAW. sebab dalam kaidah ilmu jarah dan Ta’dil ini kedudukan para sahabat adalah mereka tidak memiliki cacat, mereka radhiallah anhum hanya memiliki sisi kebaikan atau ta’dil saja. sehingga walaupun terjadi konflik dalam masa kehidupan para sahabat tidaklah mengurangi keadilan mereka sebagai perawi hadits.

Dalam ilmu hadits maka penilaian terhadap ja’rah seorang perawi harus didahulukan artinya yang sangat menjadi perhatian bagi para ulama untuk menentukan derajat para perawi hadits tersebut adalah titik lemah yang mereka miliki untuk menentukan apakah hadits yang diriwayatkan oleh perawi tersebut layak atau tidak layak.

Adil dalam ilmu hadits yaitu tidak pernah melakukan dosa besar dan tidak sering melakukan dosa kecil.

Prinsip – prinsip menilai Ta’dil (Kebaikan)

1. orang yang dinilai haruslah seorang muslim, orang – orang non muslim atau kafir dianggap tidak memiliki keadilan.

2. orang tersebut dikenal tidak pernah terdaft dalam orang – orang yang melakukan maksiyat.

3. Haruslah memiliki hapalan yang kuat, jika memiliki hapalan yang kuat akan mengangkat derajat hadits yang diriwayatkannya.

4.Haruslah memiliki karya berupa kitab, untuk menilai derajat hadits yang diriwayatkan.

5. Mulazamah (komitmen mengikuti satu guru)

Hukum dari melakukan ja’rah (menyebutkan sisi negatif ) dari seorang perawi hadits oleh Imam nawawi dikatakan boleh bahkan menjadi wajib untuk menjaga syariat Allah SWT, dan bukan bagian dari ghibah karena mereka adalah orang- orang yang wara.( imam nawawi dalam muhazam).

Penyampaian penilaian Ja’rah mestilah detail, dan jika ta’dil tidak lengkap (tidak detail) maka yang menjadi pertimbangan utama adalah hasil penilaian Ja’rah, walaupun yang melakukan ta’dil lebih banyak.

orang yang berhaq untuk melakukan ja’rah dan ta’dil adalah:

1. mereka adalah orang yang se masa dengan orang yang di taqyim (dinilai) jika yang menilai adalah orang yang tidak semasa maka hendaknya ia berpedoman pada pendapat dari orang yang hidup semasa dengan orang yang dinilai.

2. orang yang menilai mestilah shuyukhan ( orang yang berilmu dan berpengalaman).

para ulama yang melakukan Ta’dil dan Jarah itu sendiri menjadi tiga golongan ada yang sangat ketat dalam menilai, ada yang moderat dan ada yang ringan atau memudahkan.

Maratib ta’dil (urutan – urutan/ tingkatan ta’dil) dari yang paling tinggi derajatnya.

1. Tsiqoh (terpercaya)

2. Shoduq (jujur / benar)

3. Syeikhun (memiliki ilmu dan pengalaman yang banyak)

4. Sholehul Hadits (periwayat yang sholeh)

Maratib Al Ja’rah (peringkat kelemahan perawi hadits) dari yang paling ringan.

1. Layyinul Hadits (Ada aspek yang melemahkan haditsnya)

2. Dhoiful Hadits (haditsnya lemah)

3. Matrukul Hadits (tidak lengkap dalam mendengarkan haditsnya)

4. Kadzab (pendusta).

inilah ilmu yang menjaga hadits Rassulullah tidak mudah untuk dipalsukan.

Sabtu, 2 Mei 2009. Dunia persilatan betawi khususnya Komunitas silat Rawa Belong mempunyai hajat besar. Menyelenggarakan silaturahmi Silat Betawi dengan tuan rumah perguruan silat cingkrik Rawa Belong.

pagelaran itu juga dihadiri oleh puluhan perguruan silat betawi yang tersebar diseluruh wilayah Jabodetabek. perhelatan itu juga dihadiri tidak kurang dari seribu pengunjung yang datang untuk menyaksikan atraksi silat betawi.

Dalam sambutannya sesepuh Silat Betawi Rawa Belong, Babe Nur Ali Akbar yang biasa dipanggil dengan Bang Nunung menyampaikan beberapa poin yang intinya adalah bagaimana memajukan budaya Indonesia khususnya Budaya Betawi agar dapat berkembang dengan budaya / seni bela diri dari luar. Beliau menyampaikan bahwa selama ini Silat betawi belum di garap dengan serius baik oleh anggota komunitas Silat itu sendiri ataupun oleh pemerintah. Beliau menyoroti bagaimana ilmu beladiri dari luar negeri bisa berkembang di Indonesia sedangkan Silat sebagai budaya bangsa bahkan ditinggalkan, tidak lain dikarenakan tidak adanya profesionalisme dalam pengembangan budaya tersebut.

Sambutan yang lain disampaikan oleh Asisten Walikota Jakbar, kemudian ketua panitia yang berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat temporer, tetapi ini menjadi langkah awal bagi pengembangan budaya Silat Betawi dimasa yang akan datang.

setelah kata – kata sambutan kemudian acara disusul dengan berbagai atraksi yang dilakukan oleh beberapa perguruan silat betawi dengan berbagai aliran. silat betawi terkenal dengan gerakan – gerakannyang begitu dinamis dan atraktif. jika diperhatikan dengan seksama maka beberapa aliran silat betawi memiliki akar yang hampir mirip. Mengandalkan kecepatan dan efektifitas gerakan, berbeda dengan gerakan silat seperti merpati putih,perisai diri atau lainnya yang terlihat lebih lamban.

Diawali dengan atraksi dari para pesilat muda yang tampil begitu dinamis dan mendapat sambutan hangat dari para penonton, lalu kemudian disusul dengan penampilan para sesepuh. Perbedaan gerakan antara kaum muda dan para sesepuh adalah pada kecepatan dan power. namun tampak para sesepuh begitu serius menampilkan gerakan yang terlihat begitu matang dan lebih halus gerakannya.

Sayang memang jika silat betawi ini jika sampai tidak ada penerusnya, karena melihat atraksi yang ditampilkan begitu luar biasa, bahkan bisa dibilang mampu menandingi ilmu – ilmu beladiri dari luar negeri. Selama ini ilmu silat betawi tetap bisa bertahan karena adanya tradisi Palang pintu yang menarik sebagian generasi muda untuk belajar ilmu beladiri asli Indonesia ini, namun ilmu beladiri betawi ini belum mampu untuk menjadi ajang berprestasi diluar kegiatan tersebut. permasalahannya kembali kepada profesionalitas dan dukungan dari pihak yang terkait terhadap ilmu beladiri ini.

Menyaksikan pagelaran silat betawi semalam maka saya mendapatkan kesan bahwa kedepan ilmu beladiri asli Jakarta ini dapat sejajar dengan ilmu beladiri dunia lainnya asalkan digarap dengan sungguh – sungguh. Kemudian sesama komunitas silat saling mendukung dan merapihkan organisasi maka tidak mustahil kelak silat betawi akan mampu menjadi ikon Indonesia di manca negara.

akhirnya hajatan silat betawi berakhir pada pukul 24:00, dan para hadirin merasa terpuaskan kehausannya terhadap seni beladiri Betawi ini. mudah – mudahan semua pihak lebih peduli terhadap pengembangannya dimasa yang akan datang.

Persahabatan bagai kepompong

merubah ulat menjadi kupu – kupu.

malam ini baru menonton Mario Teguh, Membahas tentang Friendship pake latar lagu Sind3toscca, “Kepompong”.

Jadi ingat dulu pernah ada yang bilang “jangan mencari sahabat sejati tapi jadilah sahabat sejati bagi orang lain, maka kamu akan mendapatkan sahabat sejatimu”.

Sering kita berusaha menjadikan orang lain untuk menjadi sahabat sejati kita tanpa kita sendiri berusaha menjadi sahabat sejati juga buat orang tersebut. seringnya kita menuntut dia padahal untuk memiliki sahabat sejati adalah bicara tentang kita sendiri.

Ayo mulai merubah cara pandang kita tentang sahabat, mulai dari diri kita sendiri. menghargai diri kita dan memberikan yang terbaik bagi orang lain maka kita akan menemukan sahabat sejati kita sendiri.

Jakarta, 19 April 2009, jam 9:15 malem

Setelah pemilu 2009

April 12, 2009

Tanggal 9 April 2009, hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. pada tanggal itu bangsa Indonesia kembali melakukan pemilu legislatif.

sampai saat tulisan ini ditulis perhitungan masih berlangsung, namun dari hasil quik count dari berbagai lembaga Partai Demokrat (partai pemerintah saat ini) unggul dengan perolehan sampai 20 % dengan lonjakan sampai 300 % dari hasil pemilu 2004.

Dari pemilu 2009 ini banyak hal yang terjadi dari banyaknya masalah yang dihadapi dalam pemilu ini seperti banyaknya warga negara yang tidak dapat memilih karena tidak tercantum pada Daftar Pemilih, kemudian banyaknya masalah karena sistem pemilihan yang berubah dari sistem mencoblos menjadi mencontreng.

Diluar permasalahan tersebut, pemilu telah berlangsung dan apapun kendalanya hasil pemilu itu tetap menjadi hasil yang harus diterima oleh seluruh komponen bangsa ini sebagai hasil yang paling konstitusional.

Pemilu ini memberikan beberapa pelajaran penting bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia tidak terlalu perduli dengan siapa yang akan mewakili mereka diparlemen mereka lebih konsen pada siapa yang akan menjadi tokoh dari partai tersebut. karena dari banyaknya pemilih Partai Demokrat mereka lebih memilih partai dari pada Caleg, mereka banyak tidak mengenal caleg – caleg yang mereka pilih.

Itulah gambaran dari masyarakat kita dan itu juga gambaran bagaimana hasil dari pemilu tahun ini. tidak akan jauh berbeda dari pemilu sebelumnya.

Lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya.

Itulah pribahasa yang mengena sekali dengan peristiwa yang saya alami hari Minggu tanggal 2 Maret kemarin.

Hari Sabtu saya ditelepon Didot, adik saya yang bungsu Didot itu panggilan sayangnya nama panjangnya Hadi Wijaya, dia adik saya yang paling bungsu.

“Kak besok saya mau lamaran, tolong disiapkan, aku mau melamar anak gadis orang Medan, kita kerumah kakaknya di Bekasi !”.

oh… waktunya begitu singkat.

Ini adalah pengalaman ketiga saya untuk melamarkan anak gadis, sebelumnya saya sudah melamarkan untuk adik saya Nopik nama Adhika Novariadi, ke Cilegon, lalu adik sepupu Heri ke Surabaya. kemudian seorang sahabat saya di Jakarta. Selama ini proses melamar yang saya lakukan lancar – lancar saja, karena langsung bertemu dengan orang tua si Gadis.

Tapi untuk adik saya ini saya tidak langsung bertemu dengan orang tuanya tetapi dengan kakak iparnya. namanya Bang Anwar, marganya Nasution. si gadis sendiri marganya Siregar.

Seperti yang sudah – sudah saya biasanya langsung kepokok pembicaraan, mungkin tabiat anak muda yang maunya langsung saja. eh … ternyata mereka kakak – kakak sigadis tidak bisa memutuskan kami harus menunggu orang tuanya sendiri yang memutuskan. Akhirnya acara kemarin hanya silaturrahmi biasa. Dari situ saya tahu sedikit tentang adat istiadat melamar, dan pernikahan orang Mandailing asal keluarga si Gadis.

benarlah lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya.

kami akhirnya harus kembali lagi menemui orang tua si gadis, dimana beliaulah yang akan menentukan segala sesuatunya.

Rayap Rayap

Februari 21, 2008

waduuh… 3 hari ini saya pusing banget, bayangkan saya dibuat kaget hari senin kemarin tanggal 18 Februari 2008 ketika buka lemari rayap ada dimana – mana, lemari saya  diserang segerombolan rayap, baju istri dan baju saya sendiri bolong – bolong, terutama dibagian bawah dan yang menyentuh dinding lemari. Lemarinya sendiri sudah tidak bisa dipakai lagi.

yang lebih parah lagi semua dokumen yang disimpan di dalam lemari kena, saya tahu memang sagat teledor juga dokumen penting gak disimpan dengan baik. ijazah, sertifikat tanah, akte jual beli semua ludes dimakan makhluk Tuhan yang bernama Rayap itu. Luar biasa dahsyat kerja rayap itu, rasanya baru sebulan saya tidak menengok – nengok dokumen – dokumen itu tahu – tahu sudah bolong – bolong dan tidak bisa dikenali lagi.

sekarang lagi sibuk banget ngurusin surat – surat tanah, dan butuh uang yang enggak sedikit buat mengurus semuanya lagi.

walah rayap… rayap…rayap

Kisah Didi Surdi

Januari 29, 2008

Didi adalah seorang ayah dengan dua orang anak, dia berasal dari daerah Kuningan Jawa Barat. Saya mengenalnya karena sering ikut pengajian di Masjid Al Barokah, daerah Guji Baru, Duri Kepa, Jakarta Barat.

Awalnya dia seorang penjual burger keliling, yang sering mangkal di sebuah sekolah kristen di daerah taman sari, Jakarta Barat.  Sudah kurang lebih tujuh tahun dia menjalani profesi itu, hingga dia sangat piawai meracik burgernya dan menghitung keuntungan yang dia terima. kalau sedang liburan sekolah biasanya dia juga libur jualan, dan kalau Ramadhan tiba, dia dengan istrinya biasanya membuat makanan untuk berbuka puasa.

Setiap selesai pengajian biasanya kami sharing tentang kehidupan masing – masing, begitu juga Didi, dia menceritakan bagaimana usaha dia, sudah tujuh tahun berjualan burger dengan gerobak hasilnya begitu – begitu saja. Lalu saya kasih saran sama dia gimana kalau dia itu buka cabang saya kasih contoh eperti Edam, atau burger yang lain yang banyak bertebaran.

Sebelum lebaran kemarin dia cerita kalau dia mau buka ayam bakar, dia punya resep yang dahsyat. Dia cari pangkalan di daerah Kebon Jeruk sampai ke Tambora. Setelah cerita dia mau buka ayam bakar itu, lama  juga gak ketemu, soalnya dianya sering tidak hadir di pengajian, selesai lebaran saya dapat kabar kalau pangkalan Ayam bakarnya sudah buka didaerah Tambora, karena bukanya sore sampai malam akhirnya dia tidak bisa datang ke pengajian.

Dua hari yang lalu dia datang ke kios Foto Copy saya, dia mau minta dibuatkan surat kuasa, mau balik nama motornya, karena masih pakai nama orang lain, dia bilang motornya mau dijadikan jaminan ke BMT, biar dapat modal buat negembangin ayam bakarnya.

Kemudian dia cerita, kalau dia sekarang sudah gak jualan burger lagi, dia sekarang konsentrasi ngembangin ayam bakarnya. Dia cerita kalau dia sekarang sudah punya 5 pangkalan ayam bakar didaerah Kalianyar sampai jembatan dua Tambora, dia bilang kalau dia selalu teringat perkataan saya buat buka cabang, buka cabang, hehehe saya sendiri belu bisa buka cabang.

Dia mengatakan awalnya dia jualan ayam bakar dengan modal grobak seken, yang dia beli seharga 75.000, resep ayam bakar dia buat sendiri dengan istri, resep dibuat dari coba – coba karena senang makan ayam bakar, jadi dari rasa dia coba buat sudah dirasa pas baru dia berani jual kekonsumen.

awalnya dia belum mangkal, dia bawa gerobaknya dari daerah duri kepa ke daerah jembatan 2 dengan jalan kaki, terus cari – cari tempat pangkalan. akhirnya dia dapat pangkalan, pangkalan pertama dia dapat dengan harga 300.000, minta izin dengan RT/ RW setempat. sistemnya dia beli bukan sewa.

Teringat saran saya untuk buka cabang, akhirnya dia buat lagi gerobak, terus cari pangkalan baru. gerobak dia buat harganya 1,5 juta, pangkalan dia dapat harganya ada yang 500 ribu sampai 1 juta. Untuk pekerja tadinya dia coba ajak teman – teman di tempat dia tinggal tapi pada gak berminat, akhirnya dia kontak saudara – saudaranya di kampung mengajak mereka untuk jualan, sistem penggajian karyawan dengan cara bagi hasil 50 – 50.Karyawanya dicarikan kontrakan dengan sistem patungan dia sendiri jadinya cuma patungan Rp. 50.000.
Tidak terasa sudah jalan empat bulanan, sekarang dia sudah punya 5 pangkalan, setiap pangkalan setiap harinya rata – rata habis 10 ekor ayam, di potong jadi 14 potong, belum lagi jeroan, kepala, dan kulit rata – rata 5 kilo. kalau malam minggu jadi dua kali lipat. harga jual perpotong 6.000 tanpa nasi.untuk Nasi dia kerjasama dengan warteg terdekat.

Dia cerita kalau satu pangkalannya sudah pernah ditawar orang 25 juta, padahal dia dulu beli cuma 1 juta, tapi gak dilepas, karena setelah dia hitung uang segitu bisa dia dapat dalam jangka waktu 10 bulan, dari satu tempat itu saja. Ada lagi yang mau kerjasama kasih uang 15 juta terus minta tiga gerobak dan minta sharing 50 persen dari penjualan tapi ditolak, dia beranggapan orang gak kerja apa – apa kok mau dapet gede.

Sekarang Didi sudah tidak dagang burger keliling lagi, dan karena sudah punya anak buah, dia sudah bisa datang kepengajian lagi. Saya bilang ke dia kenapa gak coba bikin merek terus di franchise kan kayak orang – orang, dia bilang belum masuk dalam pikiran dia.

mudah – mudahan  cerita ini bisa memberi inspirasi.

Terinspirasi cerita pak Iim dipembukaan acara Milad kemarin, seorang yang memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari banjir tetapi ketika pertolongan itu datang dia tidak pernah mau meraihnya sampai akhirnya dia mati konyol tenggelam bersama banjir.

Cerita ini memberikan inspirasi pada saya untuk berbuat lebih di TDA ini. Secara resminya saya ikut dalam komunitas, TDA ini sudah satu tahun lebih. Selama itu saya bersikap pasif membaca dan mengikuti perkembangan TDA tapi saya belum memanfaatkan secara maksimal keberadaan saya di komunitas ini.

Saat ini saya sudah menjadi full TDA, mencoba berwirausaha dibidang Travel, Cucian Motor dan Foto Copy. dua yang pertama bergabung dengan teman – teman di Terminal Tiket depok dan Gwguyur, sedangkan yang terakhir saya kerjakan sendiri di lokasi dekat kampus Bina Nusantara, Jakarta Barat.

Seperti cerita pak Iim, selama ini saya berdoa agar usaha – usaha yang saya lakukan bisa berkembang dan
memberikan hasil, tapi ternyata hasilnya masih belum maksimal, masih banyak peluang yang belum tergarap tapi tidak tahu bagaimana cara menggarapnya. Sebenarnya Tuhan sudah memberikan jalan dengan saya bergabung dengan komunitas TDA ini tapi, seperti cerita pak Iim perahu sudah datang, bahkan helikopter tapi dasar gak ngerti – ngerti juga.

Syukur Alhamdulillah MILAD 2 TDA, kemarin menyadarkan saya bahwa sebenarnya saya sudah ada di jalan yang benar. saya jadi sadar pertolongan sudah datang tinggal naik dan selamat. Artinya di TDA ini banyak orang yang akan membantu bagaimana saya mengembangkan bisnis saya, di TDA ini banyak guru, partner dan teladan untuk berbisnis.

Kemarin saya ikut TDA Challenge, saya berjanji untuk meningkatkan bisnis saya hingga 100% dan saya komit mulai saat ini untuk tidak pasif tapi aktif berkomunitas,bertanya dan sharing sehingga tidak mati konyol tenggelam padahal sudah ada pertolongan di depan.

Acara MILAD 2 TDA kemarin akan menjadi titik tolak saya menyongsong masa depan yang lebih baik. Tolong bimbingan dan doa dari semua member TDA.

Thank to Founder, Thanks to Panitia dan semua member TDA. Acara kemarin adalah acara yang luar biasa, penampilan Oma Ning, Mas Nano, dan semua pengisi acara luar biasa. SELAMAT MILAD 2 TDA.

Ahmad Feisal

ahmadfeisal.wordpress.com

Kehidupan seorang manusia seperti sebuah buku biografi, orang bisa membaca sejak kelahiran sampai orang itu wafat.

Kemarin, 27 Januari 2008 telah meninggal seorang yang namanya telah menjadi sejarah bagi perjalanan bangsa ini, baik jasa – jasanya maupun kesalahan – kesalahannya yang dikenang oleh kawan, lawan dan rakyatnya.

Seperti sebuah buku, perjalanan hidup Soeharto akan menjadi pelajaran sekaligus inspirasi bagi orang – orang yang dia tinggalkan. Seorang anak petani yang karena suatu momen lalu menjadi besar kemudian meredup diakhir hayatnya, begitulah tokoh Soeharto yang pernah dipuja sebagai Bapak Pembangunan lalu terpuruk menjadi tersangka kasus -kasus penyelewengan dana di negeri ini.

Perjalanan hidup Pak Harto mengajarkan bagaimana kita akan menulis sejarah kita dan bagaimana kita ingin dikenang di akhir hayat kita.

SELAMAT JALAN PAK HARTO, SEMOGA ALLAH SWT MENERIMA AMAL – AMAL DAN MENGAMPUNI SEGALA KESALAHAN BAPAK.